Kamu yang dulu sahabatku,
Maaf, bukan aku tak menganggapmu sebagai sahabat lagi
Dan entah apakah kita pernah bersahabat
Tapi aku dulu pernah sangat menyayangimu
Mungkin kamu tak pernah merasakannya
Saat kamu menyakiti hatiku dengan berita buruk tentangku
Aku berusaha tetap melindungimu dari masalahmu
Aku sangat menyayangimu
Sungguh!
Aku tak bermaksud memperhitungkan dan menuntut balas budi
Aku hanya ingin kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama
Tapi bukan berarti membuat kesalahan yang baru
Tidak kah kamu menginginkan kita yang dulu?
Kamu,
Apakah kamu ingin merasakan sakit hatiku saat kamu melakukan kesalahan itu lagi pada ku?
Tidak kah kamu takut kehilangan orang2 yang menyayangimu?
Sadar lah wahai kamu!
Lihat lah sekelilingmu!
Mereka kini menjauh satu persatu!
Jangan salahkan mereka yang menjauh
Jangan salahkan mereka yang berburuk sangka padamu
Jangan salahkan pula aku
Tapi berkaca lah dari masa lalumu
Bukan!
Bukan ingin menyalahkanmu!
Hanya ingin membuatmu bangkit dan memperbaiki keadaan
Bila itu semua hanya fitnah, tetap buatlah kebenaran
Tapi bila semua itu kebenaran, janganlah membuat fitnah
Kamu,
Janganlah mengasihani diri sendiri
Jangan pernah merasa seolah2 hanya kamu yang tertindas
Apakah itu adil?
Tidak!
Itu adalah ke-egoisan!
Bukan!
Bukan ingin mengajarimu!
Hanya ingin membuka sisi kedewasaan yang kamu miliki
Kamu,
Tau kah kamu batas dari kesabaran seseorang?
Aku yakin kamu tau
Karna masalah yang ku hadapi tentu belum ada apa2nya dari masalah yang kamu hadapi
Kamu adalah manusia tegar!
Ya!
Kamu adalah manusia tegar!
Tapi kini batas kesabaranku bahkan sudah tidak ada 1/8 nya lagi
Dan itu akan segera habis jika aku tak berusaha mengisinya lagi
Kamu,
Tau kah kamu batas dari kepercayaan seseorang?
Aku yakin kamu tau
Karna kamu dulu pernah begitu percaya pada orang yang sangat kamu kasihi
Hingga kamu menjadi terpuruk karna-nya
Tapi kini batas kepercayaan-ku padamu sudah menipis
Dan itu akan segera hilang jika kamu tak berusaha melapisinya lagi
Jadi,
Apakah kamu tau?
Bahwa kesabaran dan kepercayaan akan terbangun kembali jika kita bekerjasama?
Ya!
Semua itu ada di tangan kita
Dan itu akan terjadi jika kamu ingin seperti kita yang dulu
Tapi itu tak akan terjadi jika aku tak mampu mengisi kesabaranku
Dan itu tak akan terjadi jika kamu tak melapisi kepercayaanku padamu
Dan sungguh!
Itu tak akan terjadi jika hanya salah satu pihak yang berusaha
Kamu,
Jangan salahkan aku yang sudah tak berpihak lagi padamu
Jangan mempertanyakan kekecewaanku
Ini semua bentuk dari luka yang sudah terlalu lama menumpuk
Luka yang kamu cipta sendiri
Kamu,
Sadar kah bahwa aku dan mereka selalu berusaha membimbingmu?
Bahkan kami teramat sedih bahwa kamu menganggap kami sangat mengaturmu
Kamu,
Jangan menginginkan aku lagi untuk membimbingmu
Sudah berapa banyak kami men-support-mu?
Sudah berapa banyak kasih sayang yang kami berikan?
Sudah berapa banyak kesabaran yang kami keluarkan?
Tapi seberapa banyakkah luka yang kamu hadiahkan?
Seberapa banyakkah fitnah yang kamu lontarkan?
Maafkan aku dan mereka
Maafkan kami yang kecewa padamu
Wahai kamu,
Sesungguhnya aku masih ingin memberimu kesempatan kedua
Begitu juga mereka
Karna kami begitu peduli
Karna kami yakin bahwa kamu mampu
Tapi untuk saat ini,
Biarlah aku meredakan rasa kecewa
Dan jangan lah men-judge bahwa aku men-judge-mu
Karena semua itu butuh proses
Seperti yang kamu bilang
Bahwa untuk memperbaiki kesalahan tidak semudah membalikkan telapak tangan
Begitupun aku
Untuk melupakan kekecewaan tak semudah membalikkan telapak tangan
*Maaf, ini adalah ungkapan hati seseorang yang kecewanya udah sampe puncak*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar